
Meningkatkan Hubungan Ekonomi Indonesia-Palestina


Berbagai hal dilakukan di Indonesia, mulai dari seminar sampai ke simposium dilakukan untuk mendukung keterjajahan tersebut. Tapi jarang dalam bentuk konkrit. Dukungan Indonesia kepada kaum terjajah seperti Palestina seharusnya dilakukan dengan konkrit misalnya dengan mendirikan Bank Indo-Pal.
Apa itu Bank Indo-Pal, sebenarnya ini hanya singkatan saja, misalnya Bank Indonesia Palestina. Pemerintah maupaun swasta bisa bekerja sama merealisasikannya. Bisa juga dengan nama lain. Tapi tujuan dari pendirian ini adalah dengan membantu perekonomian Palestina sekaligus membentuk dana abadi pembangunan Palestina.
Kantor-kantor bank tersebut tersebar di Indonesia dan Palestina, menghimpun tabungan, dukungan dana dan deposito yang beberapa persen sisa bagi usahanya akan disetor ke Palestina.
Dengan demikian Indonesia bisa membantu Palestina tapi juga bisa memutar roda keuangan di Indonesia. Diyakini akan banyak orang menabung atau investasi di bank yang sisa hasil usahanya digunakan untuk membantu bencana kemanusiaan dan genosida di Palestina.
Bank tersebut bisa saja menghimpun pemegang sahan dari Indonesia dan Palestina dan beberapa investor yang tertarik untuk membantu Palestina. Jadi tidak sekedar membantu dan memberi uang. Tapi investasi, keuangan dan sosial.
Bank tersebut harus komit dalam membangun hubungan bilateral Indonesia Palestina. Misalnya dengan membantu pembiayaan perusahaan distribusi produk-produk Indonesia di pasar-pasar ritel Palestina dan juga produk-produk Palestina di Pasar ritel Indonesia.
Mendukung investasi pada sarana dan prasarana yang komersil di Palestina dan di Indonesia. Dan mungkin juga mendukung pembiayaan perusahaan-perusahaan yang komit dalam mengentaskan kemiskinan dan pengangguran di kedua negara.
Bank ini tidak perlu menjadi BUMN karena bisa memberatkan negara, namun dukungan moril dan support politik kepada Palestina dapat disalurkan ke badan-badan tersebut. Sangat pasti banyak orang yang bersedia menjadi pemegang sahamnya. Karena toh uangnya juga tidak berkurang tergantung fluktuasi ekonomi dan resiko investasi.
Lembaga bank tersebut bisa menjadi inkubator bisnis dan bantuan sosial kepada Palestian, misalnya dengan membantu pembangunan Universitas ala Indonesia di sana, mendirikan NGO Indonesia di Palestina dan lain sebagainya. Indonesiapun akan mendapat keuntungan diplomasi selain menyalurkan tenaga-tenaga trampil sebagai dosen dan tenaga ahli di sana. Image TKW Indonesia pun bisa diseimbangkan.
Beberapa negara arab bahkan Eropa dan US telah melalkukan hal yang sama. Sumbangan jutaan dollar kepada rakyat Palestina disalurkan melalui pembiayaan perusahaan-perusahaan yang mendukung kebangkitan ekonomi Palestina. Beberapa free-zone telah dibuka di berbagai wilyah Palestina yang sangat padat karya dan membutuhkan investasi dana yang bukan tok berarti sumbangan. Tertarik??? Investasi sambil menyumbang untuk kemanusiaan, sambil memerkuat diplomasi Indonesia di mata dunia Internasional, khususnya dunia Timur Tengah yang memang menjadi pusat perputaran keuangan di dunia saat ini.














0 komentar:
Poskan Komentar